Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbandingan Penggunaan Daun Bidara dan Betadine untuk Penyembuhan Luka

Introduksi Daun Bidara

Bagi umat islam pohon bidara adalah salah satu pohon yang cukup spesial. Daun bidara digunakan dalam banyak hal, seperti pengobatan berbagai penyakit medis dan non medis, serta untuk memandikan jenazah.

Dalam perkembangannya, sekarang ini sudah cukup banyak produk yang menggunakan bahan baku daun bidara. Namun demikian, banyak produk yang dihasilkan merupakan satu jenis produk yaitu sabun-sabunan. Hal ini memang sesuai dengan manfaat utamanya sebagai agen pembersih. 


Daun Bidara, sumber gambar: researchgate


Penelitian Daun Bidara

Dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan oleh ristek dikti, Legita Karliana dan Wiwi Wikanta, Mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, melakukan sebuah penelitian tentang daun bidara. 

Dikutip dari sebuah jurnal ilmiah tulisan Preeti dan Tripathi yang dilansir dari penelitian Legita ini, daun bidara mengandung beberapa senyawa yang berkaitan dengan pengobatan, antara lain senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, glikosida, terpenoid dan fenolik. Selain itu daun bidara ini juga memiliki sifat antioksidan. 

Penelitian mereka ini berjudul "Efektivitas Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Dalam Penyembuhan Luka Iris Pada Mencit Jantan (Mus Musculus)". Jurnal penelitian ini bisa dilihat di link ini.

Dalam penelitian ini dilakukan percobaan terhadap mencit, atau anak tikus yang kalau dalam bahasa jawa istilahnya anak tikus yang masih 'indil-indil'. Anak tikus dibuat terluka kemudian dibuat tiga perlakuan utama:

1. Diberikan betadine

2. Diberikan ekstrak daun bidara

3. Tidak diberikan apa-apa (sebagai kontrol)

Dalam percobaan itu parameter yang digunakan adalah kriteria penyembuhan luka yang meliputi kemerahan, pertautan kedua tepi luka dan tanda-tanda infeksi. Penelitian Legita Karliana ini dilakukan 9 pengulangan.

Hasil percobaan ternyata sesuai dengan ekspektasi kita, ternyata nilai kriteria penyembuhan rata-rata antara betadine dengan ekstrak daun bidara tidak jauh berbeda. Nilai rata-rata kriteria penyembuhan luka dari betadine adalah 2.83, sedangkan ekstrak daun bidara adalah 2.81 dan yang paling kecil adalah kontrol yaitu 2.65. 


Konklusi Daun Bidara Penyembuh Luka

Hasil ini tentu membuat pikiran kita semakin terbuka, cakrawala kita akan obat-obatan herbal semakin meluas. Ternyata banyak obat-obatan herbal yang memang berkhasiat kemudian dilakukan penelitian secara ilmiah hasilnya memang sesuai dengan manfaat yang sudah dirasakan darinya. Secara umum yang saya tangkap daun bidara sebanding dengan betadine dalam penyembuhan luka, walaupun penelitian ini objeknya hanyalah mencit.  

Jadi jangan ragu, obat herbal itu bagus untuk kesehatan kita. Namun, penggunaannya juga harus sesuai dengan pemakaian normal. Tidak boleh berlebihan. 

Posting Komentar untuk "Perbandingan Penggunaan Daun Bidara dan Betadine untuk Penyembuhan Luka"